Selasa, 23 Februari 2010

Yang datang dan yang pergi



-->
Hidup selalu menyisakan misteri untuk kita. Perjuangan ini, yang telah berdarah-darah dibangun oleh pendahulu kita. Seharusnya menjadikan kita lebih bijak dan dewasa. Namun Allah mengajarkan kita melalui fenomena alam ciptaanNya. Dedaunan yang berguguran, salju yang mencair. Atau pun digilirkannya siang dan malam. Mengajak kita untuk semakin merenung.
Namun sahabat, ada satu fenomena yang kini benar-benar kurasakan. Fenomena dedaunan yang berguguran. Laiknya orang-orang yang ku kenal, yang mudah-mudahan dugaanku salah, laiknya dedaunan itu. Berguguran satu persatu. Persepsiku, Sesungguhnya permasalahannya bukan dimana kia sekarang berada. Tapi sejauh mana kita memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Artinya dimana pun kita berada mampu memberikan manfaat untuk di sekitar. Proporsional, sesuai kesanggupan kita.
Dan ini yang kemudian menjadi persoalan. Menyadari bahwa kita manusia biasa, tidak selalu mudah ketika kita berada pada komunitas yang tak selalu ideal. Di awal bisa jadi membangun bersama-sama dan saling menjaga. Namun saat waktu juga yang memisahkan, saat perjuangan kita di tempat yang berbeda. Tantangan kita yang tak sama, semngat kita yang sulit untuk bertemu kembali. Maka akhirnya kita akan mendengar istilah muntaber, mundur tanpa berita.
Sahabat, tulisan ini hanya sebuah goresan. Sebuah ungkapan hati bahwa ternyata tak mudah menjadi manusia yang paripurna dan ideal. Sungguh tak mudah. Namun meyakini bahwa daun yang gugur akan tergantikan yang baru. Yang semoga lebih baik, dan lebih membawa manfaat. Tanpa bermaksud apapun, inilah hidup. Hidup yang adalah pilihan. Apakah kita memilih untuk terus bertahan, atau berhenti kemudian berjalan kearah lain. Hingga akhirnya sebuah keniscayaan, ada yang datang dan ada yang pergi

Sabtu, 20 Februari 2010

"sahabat bagai bintang"

"sahabat bagai bintang"
menyinari di kala gelap melanda
mewarnai di kala duka menyapa

"sahabat bagai mentari"
cahyanya nyata dalam dekapan nyata
hangatnya merona dalam belaian rindu

sahabat, andai sanggup ku goreskan
betapa besar arti dirimu bagiku

andai sanggup lisan ini menyampaikan
betapa besar penghormatanku padamu

maka sahabat,
jgn pernah berhenti..
krn sgh janjiNya pasti..

dgold