kubuka jendela kamar
perlahan masuk hangat sinar
mentari pagi cerah berpijar
rindu ini semakin membesar
tak mampu ku halau
hatiku berdetak tak menentu
tak ingin cepat berlalu
rindu ini menyiksaku
kalaulah mampu kuucapkan
biar nuansa itu menjadi saksi
detik-detik tak terelakkan
dengan sabar ku kan menanti
rindu ini tak biasa
seolah semua seperti adanya
semakin hari ku rasa
rindu ini tak biasa
tak bisa ku hindar
tak perlu menghindar
biar saatnya berpendar
rindu ini tak biasa
"jujurlah"
31 Juli 2011
Minggu, 31 Juli 2011
Patah Hati
hancur dan lebur
patah hatiku
bukan karena kau
sekali lagi bukan karena kau
tapi ini tentang aku
beku yang menyiksaku
menerobos sampai jantung
dinginnnya menusuk hatiku
pekat dan kelam
tak bersisa
sedikitpun tak bersisa
aku tersentak terdiam
patah hatiku
untuk kesekian kalinya
dan bukan karena kau
jelas bukan karena kau
patah hatiku
tak mampu ku baca jiwaku
"kehabisan waktu"
31 Juli 2011
patah hatiku
bukan karena kau
sekali lagi bukan karena kau
tapi ini tentang aku
beku yang menyiksaku
menerobos sampai jantung
dinginnnya menusuk hatiku
pekat dan kelam
tak bersisa
sedikitpun tak bersisa
aku tersentak terdiam
patah hatiku
untuk kesekian kalinya
dan bukan karena kau
jelas bukan karena kau
patah hatiku
tak mampu ku baca jiwaku
"kehabisan waktu"
31 Juli 2011
Kamis, 28 Juli 2011
Remuk Redam
Remuk redam
Jiwa raga
Semua menghilang
Tanpa jejak
Meninggalkan luka
teramat dalam
Menghempas perlahan
Penyesalan
Remuk redam
Mendera-dera
Penjara hati
Beban itu
Kau ucapkan
Bahu ini untukmu
Biar remuk redam
Jangan hilang memudar
"Sebuah pengakuan"
28 Juli 2011
Jiwa raga
Semua menghilang
Tanpa jejak
Meninggalkan luka
teramat dalam
Menghempas perlahan
Penyesalan
Remuk redam
Mendera-dera
Penjara hati
Beban itu
Kau ucapkan
Bahu ini untukmu
Biar remuk redam
Jangan hilang memudar
"Sebuah pengakuan"
28 Juli 2011
Senin, 18 Juli 2011
Menatap Tatapan Meratap
Engkau yang menatap
Bergelimang rinai hujan melambat
Jam dinding urung berdetak
Terpaku dalam tatap
Kata kau ucap
Sedu sedan melekat
Seolah harap
Senyummu mengungkap
Diam diammu meratap
Dalam hatimu bergemuruh, hebat
Lepaskan beban menghinggap
Engkau yang menatap
Tak berpaling walau sejenak
"Dibawah rinai Hujan"
18-07-2011
Bergelimang rinai hujan melambat
Jam dinding urung berdetak
Terpaku dalam tatap
Kata kau ucap
Sedu sedan melekat
Seolah harap
Senyummu mengungkap
Diam diammu meratap
Dalam hatimu bergemuruh, hebat
Lepaskan beban menghinggap
Engkau yang menatap
Tak berpaling walau sejenak
"Dibawah rinai Hujan"
18-07-2011
Langganan:
Komentar (Atom)