ada keyakinan. itu yang ku rasakan. saat kau kawan, memegang pundakku dan mengatakan "kita bisa". ini bukan persoalan siapa yang di usung atau siapa yang mengusung. tapi ini tentang sebuah cita2 panjang. cita2 yang telah lama diinspirasi dan dirintis oleh pendahulu. cita-cita tentang bagaimana menjaga secercah cahaya. memastikan disetiap zamannya agar secercah cahaya itu terus di jaga dan terus menyala. bukan saja terus menyala namun memastikan bahwa cahaya itu semakin menerangi di sekitarnya.
kita berusaha kawan. sebagaimana pasukan sultan murad II atau kita mengenalnya Muhammad Al Fatih. yang telah di ramal 7 abad sebelumnya oleh Rasulullah. bahwa konstantinopel akan direbut oleh umat muslim. “kota konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. pemimpin yg menaklukkannya adalah sebaik2 pemimpin dan pasukan yg berada di bawah komandonya adalah sebaik2 pasukan.” [HR ahmad bin hanbal al-musnad 4/335]
tapi jelas situasinya berbeda. bisa jadi kita tak sehebat dan seheroik muhammad al fatih dan pasukannya. karena kenyataannya kita memang berbeda. terpisah dengan rentang waktu yang sedemikian jauh. atau semangat kita bukan perang fisik sebagaimana zaman yang beliau lakukan dulu. karena apa yang kemudian kita usahakan saat ini, aku lebih suka menyebutnya ber "fastabihul khoirut". semangat untuk berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik. maka cukuplah kita meneladani semangat dan sikap pantang menyerah muhammad al fatih dan pasukannya.
dan aku semakin yakin kawan. ketika kau bukan hanya berkata "kita bisa" tapi "ayo kita lakukan bersama". sehingga membuatmu ikut menanggung konsekuensi logis, menghabiskan waktu lebih lama di kampus. waktu istirahatmu yang berkurang. atau fisikmu yang melemah karena lelah menyerang. pun, kau masih bisa mengatakan padaku, "istirahat, besok momentum yg lebih penting untukmu. walau jelas terlihat sayup lelah di matamu kawan.
maka kawan ini kemudian bukan persoalan menang atau kalah. tapi sejauh mana kita telah berusaha dan bekerja keras. saat ku dapati, diam2 kau tempelkan pamflet2 itu di waktu yg sama sekali bukan waktu ideal untuk datang ke kampus. kau pakai pin atau gantungan yang jelas2 bukan gambarmu kawan. atau kau sengaja memesan baliho besar dengan danamu sendiri. hingga tiba2 kau datang dan membawa banyak makanan di waktu yang tak terduga. dan hal2 lain yg mengorbankan waktu luangmu.
sesungguhnya kebersamaan dan pengorbanan itu yang tak terbantahkan kawan. karena Allah akan lebih mudah memberkahi sesuatu yang di lakukan bersama. sebagaimana sebuah hadits Qudsi "Tangan Allah berada di atas jamaah" maka ijinkan aku menyebut kemenangan itu bernama kolektivitas kawan. ketika segala potensi dan kemampuan bersatu padu. ketika segala kerendahan, doa dan niat tulus melebur menyatu dalam lantunan rabithah. maka kemenangan itu akan datang pada waktunya.
26/11/2010
terimakasih kawan atas segala kenangan kampanye akbar untuk tiga:)
