Aku lupa kapan terakhir kali merayakannya. Jika bulan telah mencapai november dan berada tepat pada pertengahannya. Itulah saat dimana usiaku bertambah, dan jatah hidup semakin kurang.
Namun aku tidak terlalu menganggapnya luar biasa. Tidak perlu ada selebrasi atau perayaan khusus. Aku tak pernah menganggap hari lahirku sebagai hari yang benar2 berbeda. Kecuali dua hal, sebagai evaluasi perjalanan hidup dan pengingat bahwa kesempatan berbuat semakin sedikit.
Aku tak berharap bahwa akan banyak orang yang mengucap selamat Ataupun memberikan hadiah, atau kejutan kue ulang tahun.
Sejak kecil Ayah Ibu mendidikku sederhana, tidak memberikanku kado saat ulang tahun. Atau membuat acara syukuran, walau sekalipun. Bukan tidak mau memberi atau tidak perhatian, Namun hari2 yang kulalui bersama mereka bukankah itu pemberian dan perhatian yg terbaik?
Namun, tepat di 22 tahun ini. Atas segala napak tilas hidupku. Aku harus mengakui bahwa momentum hari lahirku ini menjadi momentum yang penting.
Untuk segala pencapaian, pengalaman dan pelajaran berharga yang menghiasi hidupku. Sistematika berfikir, logika hidup dan asas manfaat yang terbangun. 15 November kali ini tak ubahnya adalah satu titik poin terpenting dalam hidupku.
Dua per tiga hidup telah terlewat. Bukan tentang ulang tahunnya. Namun tentang apa yang telah kuperbuat dan apa yang akan kuperbuat kedepannya.
Aku harus mampu membongkar cara berpikir atau sudut pandang yang lama. Memodifikasinya sedemikian rupa. Hingga tercipta sebuah formulasi baru.
Aku menamakannya vitalitas. Sebuah semangat juang, atas manifestasi ide. Vitalitas, menemukan kenyataan bahwa hidup adalah tribulasi mimpi.
Satu dua tiga mimpi. Empat lima enam tribulasi. Tujuh delapan sembilan tribulasi mimpi. Dan sepuluh adalah vitalitas. Poin tertingginya adalah sepuluh. Dan aku harus mampu melewati poin demi poinnya demi menuju poin tertinggi.
Tak bisa dipungkiri, adalah kebahagiaan saat orang terkasih kita, mengingat momentum atau hari penting kita. Namun sekali lagi, aku takkan mengambil pusing hanya karena orang lupa tentang itu.
Bukan tentang orang mengingat momentum penting kita, namun tentang seberapa banyak kita mampu menghadirkan momentum penting bagi orang lain.
"Terimakasih untuknya sebagai orang pertama yang mengucap selamat dan doa. untuk Bule' warung nusantara atas harapannya. Terimakasih utk seorang sahabat atas kue Tartnya"
18-11-2011
Sabtu, 19 November 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
Belajar dari Soleh
Tiga bulan lalu awal mula pertemuan saya dengan seorang pemuda, Saleh. Di warung kopi depan kost yang biasa saya singgahi. Saleh merupakan adek sang empunya warung, baru lulus SMA dan baru tiba dari Madura.
Singkat cerita saya sering mengajak Saleh diskusi saat bertemu di warung.Saya dapati usianya masih muda, hasrat melanjutkan sekolahpun sedemikian besar. Namun karena masalah dana, ia harus mengurungkan niatnya, setidaknya untuk saat-saat ini. Karena Itu pula yang membuatnya merantau jauh hingga Samarinda. Mencari pekerjaan layak sesuai lulusannya yang SMA, sambil berharap bisa kuliah untuk kedepannya.
"Kalau biaya kuliah itu berapa ya mas?tanya beliau suatu ketika.” "Biaya kuliah itu variatif, dari yang kurang satu juta sampai 10 juta tergantung Jurusannya. Namun bisa diusahakan, banyak beasiswa, paling penting diniatkan sungguh-sungguh untuk kuliah", kata saya sambil mencoba membesarkan hatinya. Disambut anggukan kepalanya dengan sebuah tarikan nafas panjang.
Karena memang niatan awal Saleh merantau adalah mencari kerja. Ia pun mencari kerja semampunya. Hingga akhirnya ia diterima sebagai Cleaning Service di sebuah mall. Disana ia diterima Bukan sebagai karyawan atau kontrakan, bisa dibilang buruh harian.
Upah bulan pertamanya tidak sampai 500rb. Banyak potongan sana-sini katanya. Tidak sepadan dengan pengeluaran sehari-harinya untuk makan di kantin saat kerja. Karena itu dia lebih memilih jalan kaki untuk pergi dan pulang ke tempat kerja, sekitar 4 Kilometer Jauhnya.
Saya terenyuh mendengar tuturnya. Untuk ukuran pemuda rajin sepertinya. Upah itu merupakan nominal yang cukup kecil. Namun, ia pantang mengeluh dan terus berusaha. "Saya kerjakan apa yg bisa saya kerjakan mas, yang penting pengalaman dulu", tuturnya.
Upah kecil, dengan pekerjaan yang membutuhkan mental kuat dan kesabaran. Saleh bercerita kerapkali saat ia membersihkan lantai yang masih basah, orang2 dengan cuek lewat di depannya sehingga lantai itu kotor kembali. Atau ketika kebetulan berdiri di depan toilet mall, Orang memberinya uang ribuan karena dikira penjaga toilet. Sampai pertanyaan retoris teman kerjanya, lulusan SMA kenapa menjadi Cleaning Service? Padahal ada yang lulusan SMP mendapat pekerjaan yang lebih baik, sebagai pelayan di restoran.
Namun Saleh tetap dalam keteguhannya. Bahwa yang terpenting adalah bekerja dulu, tanpa terpengaruh kata-kata disekitarnya. "Saya tidak pernah malu mas menjadi Cleaning Service, saya belajar banyak", katanya. Dan saya semakin takjub dengan pemuda sederhana ini.
Singgah ke warung setelah sekian lama tidak mampir karena beberapa kesibukan. Saya dapati Soleh kini lebih hitam dengan rambut cepak. "Saya sudah gak di Cleaning Service lagi mas, saya sekarang di Security mall tapi dibagian luar", kata beliau. Alhamdulillah dalam hati saya, setelah tiga bulan kerja, beliau mendapat tawaran kerja sebagai Security di mall yang sama. Pekerjaan lebih baik, dengan standar upah yang lebih baik.
Siang itu, diterik yang panas Saleh pun kembali berjalan kaki menuju tempat kerjanya. "Saya pamit dulu mas, shift siang", katanya. Belum genap 18 tahun dan Saleh sudah berusaha dengan luar biasa dengan segala keterbatasannya. Dan saya belajar banyak akan keteguhan sosoknya. Melihat perjuangan, memandang sorot mata dan mendengar Saleh bicara, saya menjadi yakin bahwa Saleh akan menjadi orang sukses. Kalau tidak dalam waktu dekat semoga suatu saat nanti. Semoga..
"Bahkan ditengah rutinitasnya sekarang, saya tidak yakin Saleh sempat membaca atau bahkan menemukan tulisan ini. Tidak biasa dengan internet, dan memang belum ada kesempatan untuk belajar internet”
11:22 AM 22/10/2011
Singkat cerita saya sering mengajak Saleh diskusi saat bertemu di warung.Saya dapati usianya masih muda, hasrat melanjutkan sekolahpun sedemikian besar. Namun karena masalah dana, ia harus mengurungkan niatnya, setidaknya untuk saat-saat ini. Karena Itu pula yang membuatnya merantau jauh hingga Samarinda. Mencari pekerjaan layak sesuai lulusannya yang SMA, sambil berharap bisa kuliah untuk kedepannya.
"Kalau biaya kuliah itu berapa ya mas?tanya beliau suatu ketika.” "Biaya kuliah itu variatif, dari yang kurang satu juta sampai 10 juta tergantung Jurusannya. Namun bisa diusahakan, banyak beasiswa, paling penting diniatkan sungguh-sungguh untuk kuliah", kata saya sambil mencoba membesarkan hatinya. Disambut anggukan kepalanya dengan sebuah tarikan nafas panjang.
Karena memang niatan awal Saleh merantau adalah mencari kerja. Ia pun mencari kerja semampunya. Hingga akhirnya ia diterima sebagai Cleaning Service di sebuah mall. Disana ia diterima Bukan sebagai karyawan atau kontrakan, bisa dibilang buruh harian.
Upah bulan pertamanya tidak sampai 500rb. Banyak potongan sana-sini katanya. Tidak sepadan dengan pengeluaran sehari-harinya untuk makan di kantin saat kerja. Karena itu dia lebih memilih jalan kaki untuk pergi dan pulang ke tempat kerja, sekitar 4 Kilometer Jauhnya.
Saya terenyuh mendengar tuturnya. Untuk ukuran pemuda rajin sepertinya. Upah itu merupakan nominal yang cukup kecil. Namun, ia pantang mengeluh dan terus berusaha. "Saya kerjakan apa yg bisa saya kerjakan mas, yang penting pengalaman dulu", tuturnya.
Upah kecil, dengan pekerjaan yang membutuhkan mental kuat dan kesabaran. Saleh bercerita kerapkali saat ia membersihkan lantai yang masih basah, orang2 dengan cuek lewat di depannya sehingga lantai itu kotor kembali. Atau ketika kebetulan berdiri di depan toilet mall, Orang memberinya uang ribuan karena dikira penjaga toilet. Sampai pertanyaan retoris teman kerjanya, lulusan SMA kenapa menjadi Cleaning Service? Padahal ada yang lulusan SMP mendapat pekerjaan yang lebih baik, sebagai pelayan di restoran.
Namun Saleh tetap dalam keteguhannya. Bahwa yang terpenting adalah bekerja dulu, tanpa terpengaruh kata-kata disekitarnya. "Saya tidak pernah malu mas menjadi Cleaning Service, saya belajar banyak", katanya. Dan saya semakin takjub dengan pemuda sederhana ini.
Singgah ke warung setelah sekian lama tidak mampir karena beberapa kesibukan. Saya dapati Soleh kini lebih hitam dengan rambut cepak. "Saya sudah gak di Cleaning Service lagi mas, saya sekarang di Security mall tapi dibagian luar", kata beliau. Alhamdulillah dalam hati saya, setelah tiga bulan kerja, beliau mendapat tawaran kerja sebagai Security di mall yang sama. Pekerjaan lebih baik, dengan standar upah yang lebih baik.
Siang itu, diterik yang panas Saleh pun kembali berjalan kaki menuju tempat kerjanya. "Saya pamit dulu mas, shift siang", katanya. Belum genap 18 tahun dan Saleh sudah berusaha dengan luar biasa dengan segala keterbatasannya. Dan saya belajar banyak akan keteguhan sosoknya. Melihat perjuangan, memandang sorot mata dan mendengar Saleh bicara, saya menjadi yakin bahwa Saleh akan menjadi orang sukses. Kalau tidak dalam waktu dekat semoga suatu saat nanti. Semoga..
"Bahkan ditengah rutinitasnya sekarang, saya tidak yakin Saleh sempat membaca atau bahkan menemukan tulisan ini. Tidak biasa dengan internet, dan memang belum ada kesempatan untuk belajar internet”
11:22 AM 22/10/2011
Jumat, 14 Oktober 2011
Dikira Dosen
Kira-kira setahun lalu. Saat kalender akademik memasuki tahun ajaran baru dan Masa ospek di Kampus. Masih terekam jelas. Siang itu, ditengah panas yang berderai-derai. Mahasiswa baru tengah berduyun-duyun ke kampus untuk urusan registrasi dan ospek.
Mengendarai Sepeda Motor andalan, melintasi kampus dan kebetulan menemukan seorang Mahasiswa Baru yang sedang berjalan. Seketika itu saya tawarkan untuk ikut dengan saya. Mengantarkan kemana tujuannya. “Mau kemana dek? Jalan M. Yamin, katanya” setelah duduk di Jok belakang motor, dengan kecepatan santai saya pun membuka obrolan ringan. “ fakultas apa dek? Fisip Pak katanya”. kemudian dia pun balik bertanya. Bapak dosen dimana? “Tanyanya ringan.” DEEK! Bukan dek, saya bukan dosen saya juga mahasiswa, jawab saya sambil menahan senyum,” :)
Sekitar dua tahun silam. Menggunakan celana bahan, sepatu kulit dan kemeja pendek. Dengan tujuan ke Apotik di sebuah Mall. Setelah melewati lift pertama. Seorang sales barang menghampiri saya. Muda dan bergairah, Kesan yang tampak dari sales itu. Dengan ramah Sales menanyakan kabar dan asal saya. “Darimana tadi Pak? Unmul kata saya.” “Bapak lagi sibuk? Bisa mampir ke tempat kami Pak, ada barang promo”. Karena saat itu waktu saya agak lowong saya pun ikut ajakan sales itu
Singkat cerita, saya mampir ke toko sales itu. Ngobrol kesana-kemari dan melihat barang-barang yang ditawarkan. Tinggal dimana Pak? “Saya ngekost di Jalan Perjuangan, Kata Saya.” Oya boleh lihat KTPnya Pak? untuk catatan di Buku tamu, kata beliau dengan ramah.” Saya pun memberikan. Namun setelah seksama melihat KTP saya, saya mendapati gelagat beliau yang aneh. Ini gak salah Pak KTPnya? “Tanya sales itu. Bener mas, kata saya.” Kenapa mas? “tanggal lahirnya, kata beliau.” Iya itu memang tanggal lahir saya. Tertera tahun kelahiran 1989, 20 tahun saat itu. Lho bapak ini bukan dosen? “Bukan mas saya masih mahasiswa, kata saya.” Dengan senyum lebar dan kepala yang digeleng-gelengkan beliau pun mengucap “luaar biasa” sambil menunjukan KTP tersebut ke rekan disebelahnya. Dan disusul pula senyum dan ekspresi takjub rekannya. Lebay ya kawan, tapi ini memang beneran. hehe
Entah untuk keberapa kalinya. Orang-orang mengira saya sudah bukan mahasiswa, atau lebih tepatnya dikira dosen. Di kampus, ruang tunggu, warung makan, sampai di mall. Apa karena saya berkacamata, cara berpakaian saya, Atau mudah-mudahan bukan karena wajah saya yang terlanjur tua (ini kata orang2 dan saya belum percaya sepenuhnya) :)
Seorang teman pun mengatakan, di amiin kan saja. Tentu dan pasti, saya tak menolak jika suatu saat saya menjadi seorang dosen. Selain itu memang salah satu cita-cita, seorang dosen memiliki kontribusi yang besar bagi kemajuan negeri bahkan dunia ini. Dan tebak teman2, catatan ini sangat penting sekali. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membacanya hehe :)
“Saya selalu percaya bahwa setiap kata itu adalah doa, bahwa setiap kata itu mengandung kebaikan. Apa yang keluar dari lisan kita, itulah kualitas dan gambaran dari hidup kita”
terjaga
14-10-2011
Mengendarai Sepeda Motor andalan, melintasi kampus dan kebetulan menemukan seorang Mahasiswa Baru yang sedang berjalan. Seketika itu saya tawarkan untuk ikut dengan saya. Mengantarkan kemana tujuannya. “Mau kemana dek? Jalan M. Yamin, katanya” setelah duduk di Jok belakang motor, dengan kecepatan santai saya pun membuka obrolan ringan. “ fakultas apa dek? Fisip Pak katanya”. kemudian dia pun balik bertanya. Bapak dosen dimana? “Tanyanya ringan.” DEEK! Bukan dek, saya bukan dosen saya juga mahasiswa, jawab saya sambil menahan senyum,” :)
Sekitar dua tahun silam. Menggunakan celana bahan, sepatu kulit dan kemeja pendek. Dengan tujuan ke Apotik di sebuah Mall. Setelah melewati lift pertama. Seorang sales barang menghampiri saya. Muda dan bergairah, Kesan yang tampak dari sales itu. Dengan ramah Sales menanyakan kabar dan asal saya. “Darimana tadi Pak? Unmul kata saya.” “Bapak lagi sibuk? Bisa mampir ke tempat kami Pak, ada barang promo”. Karena saat itu waktu saya agak lowong saya pun ikut ajakan sales itu
Singkat cerita, saya mampir ke toko sales itu. Ngobrol kesana-kemari dan melihat barang-barang yang ditawarkan. Tinggal dimana Pak? “Saya ngekost di Jalan Perjuangan, Kata Saya.” Oya boleh lihat KTPnya Pak? untuk catatan di Buku tamu, kata beliau dengan ramah.” Saya pun memberikan. Namun setelah seksama melihat KTP saya, saya mendapati gelagat beliau yang aneh. Ini gak salah Pak KTPnya? “Tanya sales itu. Bener mas, kata saya.” Kenapa mas? “tanggal lahirnya, kata beliau.” Iya itu memang tanggal lahir saya. Tertera tahun kelahiran 1989, 20 tahun saat itu. Lho bapak ini bukan dosen? “Bukan mas saya masih mahasiswa, kata saya.” Dengan senyum lebar dan kepala yang digeleng-gelengkan beliau pun mengucap “luaar biasa” sambil menunjukan KTP tersebut ke rekan disebelahnya. Dan disusul pula senyum dan ekspresi takjub rekannya. Lebay ya kawan, tapi ini memang beneran. hehe
Entah untuk keberapa kalinya. Orang-orang mengira saya sudah bukan mahasiswa, atau lebih tepatnya dikira dosen. Di kampus, ruang tunggu, warung makan, sampai di mall. Apa karena saya berkacamata, cara berpakaian saya, Atau mudah-mudahan bukan karena wajah saya yang terlanjur tua (ini kata orang2 dan saya belum percaya sepenuhnya) :)
Seorang teman pun mengatakan, di amiin kan saja. Tentu dan pasti, saya tak menolak jika suatu saat saya menjadi seorang dosen. Selain itu memang salah satu cita-cita, seorang dosen memiliki kontribusi yang besar bagi kemajuan negeri bahkan dunia ini. Dan tebak teman2, catatan ini sangat penting sekali. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membacanya hehe :)
“Saya selalu percaya bahwa setiap kata itu adalah doa, bahwa setiap kata itu mengandung kebaikan. Apa yang keluar dari lisan kita, itulah kualitas dan gambaran dari hidup kita”
terjaga
14-10-2011
Kamis, 13 Oktober 2011
Menjadi Diri Sendiri
melakoni kehidupan
selaku insan biasa
kerap kita
mendengar ucapan manusia
tinggimu kurang 5 Cm
beratmu Over 5 Kg
kulitmu terlalu gelap
atau
wajahmu kurang tampan
musibah dunia
adalah ketika
kita tidak percaya
akan diri sendiri
hingga melupakan yang dua
kesyukuran dan kesabaran
lebih sibuk untuk
sekedar menjaga wibawa
terlalu asyik
menyimak orang bicara
tak ada yang salah
tak ada yang melarang
namun tak ada yang berhak
menilai kehidupan kita
kecuali kita dan Sang Pencipta
meyakini bahwa
segala sesuatu tak pernah sia-sia
percaya bahwa
kita bisa
dengan apa yang kita punya
tidaklah perlu
membohongi diri
cukuplah kita
menjadi diri sendiri :-)
16/03/2011
"tak perlu ragu, tetap seperti adanya"
selaku insan biasa
kerap kita
mendengar ucapan manusia
tinggimu kurang 5 Cm
beratmu Over 5 Kg
kulitmu terlalu gelap
atau
wajahmu kurang tampan
musibah dunia
adalah ketika
kita tidak percaya
akan diri sendiri
hingga melupakan yang dua
kesyukuran dan kesabaran
lebih sibuk untuk
sekedar menjaga wibawa
terlalu asyik
menyimak orang bicara
tak ada yang salah
tak ada yang melarang
namun tak ada yang berhak
menilai kehidupan kita
kecuali kita dan Sang Pencipta
meyakini bahwa
segala sesuatu tak pernah sia-sia
percaya bahwa
kita bisa
dengan apa yang kita punya
tidaklah perlu
membohongi diri
cukuplah kita
menjadi diri sendiri :-)
16/03/2011
"tak perlu ragu, tetap seperti adanya"
Minggu, 31 Juli 2011
Rindu Ini Tak Biasa
kubuka jendela kamar
perlahan masuk hangat sinar
mentari pagi cerah berpijar
rindu ini semakin membesar
tak mampu ku halau
hatiku berdetak tak menentu
tak ingin cepat berlalu
rindu ini menyiksaku
kalaulah mampu kuucapkan
biar nuansa itu menjadi saksi
detik-detik tak terelakkan
dengan sabar ku kan menanti
rindu ini tak biasa
seolah semua seperti adanya
semakin hari ku rasa
rindu ini tak biasa
tak bisa ku hindar
tak perlu menghindar
biar saatnya berpendar
rindu ini tak biasa
"jujurlah"
31 Juli 2011
perlahan masuk hangat sinar
mentari pagi cerah berpijar
rindu ini semakin membesar
tak mampu ku halau
hatiku berdetak tak menentu
tak ingin cepat berlalu
rindu ini menyiksaku
kalaulah mampu kuucapkan
biar nuansa itu menjadi saksi
detik-detik tak terelakkan
dengan sabar ku kan menanti
rindu ini tak biasa
seolah semua seperti adanya
semakin hari ku rasa
rindu ini tak biasa
tak bisa ku hindar
tak perlu menghindar
biar saatnya berpendar
rindu ini tak biasa
"jujurlah"
31 Juli 2011
Patah Hati
hancur dan lebur
patah hatiku
bukan karena kau
sekali lagi bukan karena kau
tapi ini tentang aku
beku yang menyiksaku
menerobos sampai jantung
dinginnnya menusuk hatiku
pekat dan kelam
tak bersisa
sedikitpun tak bersisa
aku tersentak terdiam
patah hatiku
untuk kesekian kalinya
dan bukan karena kau
jelas bukan karena kau
patah hatiku
tak mampu ku baca jiwaku
"kehabisan waktu"
31 Juli 2011
patah hatiku
bukan karena kau
sekali lagi bukan karena kau
tapi ini tentang aku
beku yang menyiksaku
menerobos sampai jantung
dinginnnya menusuk hatiku
pekat dan kelam
tak bersisa
sedikitpun tak bersisa
aku tersentak terdiam
patah hatiku
untuk kesekian kalinya
dan bukan karena kau
jelas bukan karena kau
patah hatiku
tak mampu ku baca jiwaku
"kehabisan waktu"
31 Juli 2011
Kamis, 28 Juli 2011
Remuk Redam
Remuk redam
Jiwa raga
Semua menghilang
Tanpa jejak
Meninggalkan luka
teramat dalam
Menghempas perlahan
Penyesalan
Remuk redam
Mendera-dera
Penjara hati
Beban itu
Kau ucapkan
Bahu ini untukmu
Biar remuk redam
Jangan hilang memudar
"Sebuah pengakuan"
28 Juli 2011
Jiwa raga
Semua menghilang
Tanpa jejak
Meninggalkan luka
teramat dalam
Menghempas perlahan
Penyesalan
Remuk redam
Mendera-dera
Penjara hati
Beban itu
Kau ucapkan
Bahu ini untukmu
Biar remuk redam
Jangan hilang memudar
"Sebuah pengakuan"
28 Juli 2011
Senin, 18 Juli 2011
Menatap Tatapan Meratap
Engkau yang menatap
Bergelimang rinai hujan melambat
Jam dinding urung berdetak
Terpaku dalam tatap
Kata kau ucap
Sedu sedan melekat
Seolah harap
Senyummu mengungkap
Diam diammu meratap
Dalam hatimu bergemuruh, hebat
Lepaskan beban menghinggap
Engkau yang menatap
Tak berpaling walau sejenak
"Dibawah rinai Hujan"
18-07-2011
Bergelimang rinai hujan melambat
Jam dinding urung berdetak
Terpaku dalam tatap
Kata kau ucap
Sedu sedan melekat
Seolah harap
Senyummu mengungkap
Diam diammu meratap
Dalam hatimu bergemuruh, hebat
Lepaskan beban menghinggap
Engkau yang menatap
Tak berpaling walau sejenak
"Dibawah rinai Hujan"
18-07-2011
Rabu, 01 Juni 2011
Ada Saatnya
berdiri aku menatap lazuardi
terbentang panjang jalan dimuka
Aku yakinkan dalam hati
akan indah pada saatnya
saat kau temui
jalan panjang nan berliku
segores asa memberi arti
memberimu cukup waktu
aku bertanya pada roda zaman
bumi berputar sekehendaknya
cukupkah waktu memberi jawaban
karena semua ada saatnya
kau mempertanyakan takdir
usah kau meracau hati
cukup usahamu hg titik nadir
dan kau kan temukan arti
aku menantang ragu
yang menghimpit segala laku
tak menyisakan sedikit ruang
kulawan luka yg terbuang
kau berjalan seperti adanya
berharap akan bintang jatuh
pada cita yg kan menjadi nyata
tetap kau bertahan utuh
aku berseloroh pada waktu
kau lirih menahan tersembunyi
biar, biar semua ada saatnya..
pelita
"muhasabah hujan"
terbentang panjang jalan dimuka
Aku yakinkan dalam hati
akan indah pada saatnya
saat kau temui
jalan panjang nan berliku
segores asa memberi arti
memberimu cukup waktu
aku bertanya pada roda zaman
bumi berputar sekehendaknya
cukupkah waktu memberi jawaban
karena semua ada saatnya
kau mempertanyakan takdir
usah kau meracau hati
cukup usahamu hg titik nadir
dan kau kan temukan arti
aku menantang ragu
yang menghimpit segala laku
tak menyisakan sedikit ruang
kulawan luka yg terbuang
kau berjalan seperti adanya
berharap akan bintang jatuh
pada cita yg kan menjadi nyata
tetap kau bertahan utuh
aku berseloroh pada waktu
kau lirih menahan tersembunyi
biar, biar semua ada saatnya..
pelita
"muhasabah hujan"
Rabu, 25 Mei 2011
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Yang bisa saya katakan adalah kita lihat saja apakah musim depan saya masih mengenakan seragam Milan atau tidak," (Andrea Pirlo)
AC Milan tengah dilanda euphoria setelah merengkuh trophy juara seri A. kesuksesan ini terasa begitu indah karena gelar ini terakhir kali di rengkuh tahun 2004 silam. Butuh waktu 6 tahun akhirnya Milan kembali dapat memenangkan trophy bergengsi di italia itu.
Namun kesuksesan ini juga dapat bermakna lain. Terutama bagi pemain-pemain Milan. Trophy ini menjadi gelar perpisahan. Sebutlah nama andrea pirlo. Seorang gelandang Milan yang terkenal akan umpan dan tendangan bola matinya.
Asisten Pelatih AC Milan. Tassoti mengungkapkan untuk periode berikutnya AC Milan butuh pemain tengah pekerja keras dengan kecenderungan bertahan. Dan nasnya andrea pirlo tak masuk ke dalam “dream team 2” AC Milan itu. Padahal acapkali pemain berusia 32 tahun itu menyatakan keinginannya untuk tetap berseragam AC Milan.
kawan sekalian, Saya ingin melihat fenomena menarik yang terjadi dari berita ini. Di tengah masa depan Pirlo di ujuk tanduk untuk bertahan. Supporter AC Milan yang masih begitu berharap agar pirlo bertahan. Andrea pirlo dengan tenang mengucap salam perpisahan saat latihan sebelum kontra udinese.
maka itu Izinkan saya merangkum 3 hal pelajaran yang dapat di ambil dari seorang andrea pirlo:
1. Konsistensi
Sepuluh tahun lalu andrea pirlo adalah pemain intermilan yang di buang dan di sia-siakan. Pirlo di anggap pemain yang kurang produktif dan bermasa depan suram. Semenjak pindah ke tetangga sebelah, AC Milan. Stigma itu perlahan memudar. Di bawah asuhan don carletto. Pirlo menjadi salah satu gelandang jenius yang pernah ada. Bertahan, pengatur ritme permainan, umpan yg terukur, tendangan yang mematikan. Semua terangkum dalam permainan tenang nan kalem ala andrea piro. Apa kunci kemudian kesuksesan Andrea Pirlo? Ya, jawabannya adalah konsistensi. Perpaduan antara kerja keras dan komitmen tinggi. Pirlo tidak menjadikan sebuah beban saat ancelotti meminta pirlo bermain tidak sesuai posisi aslinya, playmaker. Tapi harus berada di belakang dua gelandang tengah, gattuso dan seedorf saat itu. Pirlo menjalaninya dengan kerja keras dan komitmen tinggi.
2. Kepemimpinan
Pirlo merupakan sosok yang disegani baik di dalam ataupun luar lapangan. Tidak pernah meledak-ledak. Semangat yang terukur dan termanage dengan baik. Dalam keadaan segenting apapun ia akan tetap tenang mengontrol bola dengan khas kepala tegaknya. Membagi porsi bola dengan rekan setimnya. Sebisa mungkin ia tidak ingin membebankan porsi yang ia emban di lapangan kepada rekan setimnya. Sportif dan berdedikasi. Tidak heran ia menjadi captain U-21 Itali di masa lampau. Beberapa kali ia juga menjadi kapten di AC Milan. 10 tahun lebih di AC Milan telah menempa pirlo menjadi sosok yang matang, dewasa, dan tangguh
3. Kedekatan Personal
Tidak ada kabar buruk saat euforia AC Milan juara seri A selain berita hengkangnya andrea pirlo dari AC Milan. Supporter dan pemain AC Milan pun berduka atas berita itu. Seorang pemain jenius yang ramah dan bersahabat hengkang dari AC Milan. Sepuluh tahun kebersamaan. Dan berbagai gelar telah dipersembahkan. Seorang nestapun mengungkapkan perasaannya
"Persahabatan selalu ada di sepakbola dan kami sangat dekat, jadi sangat disayangkan ia(pirlo) pergi, tapi juga menjadi hal yang tepat ia bisa menjalani jalannya sendiri," -Nesta-
Kawan, menulis tentang pirlo adalah pelajaran untuk saya. Seorang pemain yang begitu komitmen dan bekerja keras untuk seragam yang ia bela. Bagaimana dengan kita?
Bahkan ketika klub yang ikut membesarkan namanya itu tak menawarkan kontrak sesuai dengan keinginannya. pirlo tetap rendah hati dan menaruh respek yang tinggi kepada mantan klubnya tersebut. Selamat jalan Pirlo, masa depan masihlah terbentang.
"belajar dari sepak bola"
2:21 Am 24/05/2011
Selasa, 24 Mei 2011
Tak Melulu Mario Teguh
Alkisah beberapa waktu lalu saya chatting dengan seorang kawan via FB. Perbincangan yang cukup menyita waktu. Terkadang di bumbui dengan obrolan atau kata yang “agak menyudutkan” tapi dengan nada santai cendrung candaan. Hingga pada satu titik saya pun menyadari obrolan saya dg kata2 yang mungkin berlebihan dan meminta maaf kepada beliau. Dan tak lupa menambahkan kata2 seorang motivator sukses (Mario Teguh) agar kata2 maaf itu lebih meyakinkan..
"memaafkan itu mudah, namun berhenti untuk tidak berpikir negatif itu lebih sulit" (MTDP)
Bukan maaf yang di terima Alhasil ia melancarkan protesnya mempertanyakan inisial DP di depan inisial MT atau Mario Teguh yang kebetulan adalah motivator idolanya. Dengan jawaban cerdik(atau sekenanya) saya jawab inisial MTDP itu artinya Mario Teguh feat Dimas Prasetya. Artinya duet maut. Hehe, maksa banget ya kawan2..
Dan tebak kawan sekalian, beberapa waktu berikutnya saya pun kembali chatting dengan beliau. Dengan beberapa tema pembahasan. Salah satu tema yang cukup hangat kita obrolkan tentang USAHA. Ya tentang Usaha atau tindakan. Ditengah-tengah obrolan saya pun mengutip beberapa kata2 Mario Teguh dan tentu saja dengan tambahan inisial DP :)
"kita harus jujur mengakui apa yg kita cita-cita kan..namun kita harus lebih jujur dan giat untuk mencapainya" (MTDP)
Keren ya kata2nya kawan?berikutnya..
"Tuhan tidak akan menghukum kita saat tujuan kita gagal, namun Tuhan akan menghargai proses usaha yang telah kita lakukan, terlepas berhasil atau tidaknya usaha itu” (MTDP)
Dan terakhir..
"ini bukan sekedar usaha sahabat, tapi usaha yang maksimal dan pengharapan yg tulus kepada Tuhan, apapun hasilnya kemudian menjadi tidak penting, karena itu teruslah berusaha sahabat" (MTDP)
Dan lagi-lagi bisa ditebak, beliau pun kembali mempertanyakan inisial DP di belakang MT. “kalau lama2 saya menemukan ada inisial DP di belakang MT, nanti setiap saya baca quote MT selalu dihantui inisial DP di belakangnya (hehe, agak lebay ya kawan2)
Yang pasti beliau menyatakan bahwa setiap kata-kata yang disampaikan oleh Mario Teguh adalah kata-kata yang bagus dan menginspirasi. Termasuk kata-kata di atas yang saya kutip ketika chatting dengan beliau tersebut.. Hehe
Rahasia ya kawan2, silakan di cek apa kutipan di atas pernah dikeluarkan atau disampaikan oleh Mario Teguh. Sebenarnya itu asli kata2 buah pemikiran oleh DP :) Biar kerenan dikit dan kelihatan meyakinkan di tambah MT didepannya. Jadi MTDP (mohon maap ya pak MT:)
"siapa tau jadi the next MT"
04:07 AM 24/05/2011
"memaafkan itu mudah, namun berhenti untuk tidak berpikir negatif itu lebih sulit" (MTDP)
Bukan maaf yang di terima Alhasil ia melancarkan protesnya mempertanyakan inisial DP di depan inisial MT atau Mario Teguh yang kebetulan adalah motivator idolanya. Dengan jawaban cerdik(atau sekenanya) saya jawab inisial MTDP itu artinya Mario Teguh feat Dimas Prasetya. Artinya duet maut. Hehe, maksa banget ya kawan2..
Dan tebak kawan sekalian, beberapa waktu berikutnya saya pun kembali chatting dengan beliau. Dengan beberapa tema pembahasan. Salah satu tema yang cukup hangat kita obrolkan tentang USAHA. Ya tentang Usaha atau tindakan. Ditengah-tengah obrolan saya pun mengutip beberapa kata2 Mario Teguh dan tentu saja dengan tambahan inisial DP :)
"kita harus jujur mengakui apa yg kita cita-cita kan..namun kita harus lebih jujur dan giat untuk mencapainya" (MTDP)
Keren ya kata2nya kawan?berikutnya..
"Tuhan tidak akan menghukum kita saat tujuan kita gagal, namun Tuhan akan menghargai proses usaha yang telah kita lakukan, terlepas berhasil atau tidaknya usaha itu” (MTDP)
Dan terakhir..
"ini bukan sekedar usaha sahabat, tapi usaha yang maksimal dan pengharapan yg tulus kepada Tuhan, apapun hasilnya kemudian menjadi tidak penting, karena itu teruslah berusaha sahabat" (MTDP)
Dan lagi-lagi bisa ditebak, beliau pun kembali mempertanyakan inisial DP di belakang MT. “kalau lama2 saya menemukan ada inisial DP di belakang MT, nanti setiap saya baca quote MT selalu dihantui inisial DP di belakangnya (hehe, agak lebay ya kawan2)
Yang pasti beliau menyatakan bahwa setiap kata-kata yang disampaikan oleh Mario Teguh adalah kata-kata yang bagus dan menginspirasi. Termasuk kata-kata di atas yang saya kutip ketika chatting dengan beliau tersebut.. Hehe
Rahasia ya kawan2, silakan di cek apa kutipan di atas pernah dikeluarkan atau disampaikan oleh Mario Teguh. Sebenarnya itu asli kata2 buah pemikiran oleh DP :) Biar kerenan dikit dan kelihatan meyakinkan di tambah MT didepannya. Jadi MTDP (mohon maap ya pak MT:)
Note : mudah2an bagi yang yakin dan percaya bahwa kutipan di atas adalah kata2 pak MT agar segera istigfar dan bertaubat, jangan disebut siapa namanya kawan nanti malu orangnya (hehe,kurang penting tapi semoga menghibur :D
"siapa tau jadi the next MT"
04:07 AM 24/05/2011
Senin, 28 Maret 2011
Bicara Hati
seorang penggerak
penggerak kebaikan
adalah ia
yang bicara melalui hati
menyampaikan dengan hikmah
dan menegur dengan lembut
seorang pejuang
pejuang kebaikan
adalah ia
yang bergerak dengan hati
membingkai keikhlasan laksana ruh
merangkai jiwa menebar guna
pantang mundur dan mengeluh
seorang penggiat
penggiat kebaikan
adalah ia
yang berbuat atas kedalaman hati
menebar hangat senyuman mesra
saat berkata menoreh asa
menjadi lentera bagi alam semesta..
"belajar memaknai hati"
09:11 PM 3/28/2011
penggerak kebaikan
adalah ia
yang bicara melalui hati
menyampaikan dengan hikmah
dan menegur dengan lembut
seorang pejuang
pejuang kebaikan
adalah ia
yang bergerak dengan hati
membingkai keikhlasan laksana ruh
merangkai jiwa menebar guna
pantang mundur dan mengeluh
seorang penggiat
penggiat kebaikan
adalah ia
yang berbuat atas kedalaman hati
menebar hangat senyuman mesra
saat berkata menoreh asa
menjadi lentera bagi alam semesta..
"belajar memaknai hati"
09:11 PM 3/28/2011
Sabtu, 26 Maret 2011
Semua Tentangmu Kawan (dedikasi untuk rohis sma 2 balikpapan)
Menyusuri malam
Memandang teduh rembulan
Seketika mengingatmu, kawan
Hangat senyum dan jabat tangan
Nostalgia sebuah pertemuan
Di Sebuah Sekolah kebanggaan
mushola tarbiyah kejayaan
Tuhan telah mempertemukan
Kita yang polos dan ingusan
belajar serius ikut pengajian
Walau kadang bolos untuk ps-an
Bersama-sama makan gorengan
Rapat hingga pulang kesorean
Berbagi kita menerima beban
Ujian demi ujian
Tanggung jawab dan kesetiakawanan
MC Acara tiba2 menghilang
Majalah brothers yang penuh kenekatan
Rihlah canopy bridge yang menantang
Nasyidan suara pas-pasan
Rileksasi di pantai daerah balikpapan selatan
Terlalu manis untuk dilupakan
Atas Lelah yang tak tertahankan
Air mata jatuh perlahan
Pengorbanan dan keikhlasan
Semua tentangmu kawan
Dan Semua akan tergantikan
peluh hati merindukan, kawan
untuk saling menanyakan
bagaimana kabar iman
duha dan infak harian
sudah sejauh mana hafalan
tak pernah ketinggalan
kapan walimahan
tak terasa berputar zaman
hampir empat tahun terlewatkan
bagaimana keadaanmu disana kawan
kabar baru, semoga menyenangkan
yoga kerja di bontang
yuda, wawan, firy, yoga budi, bojes masih betah di perantauan
entah apa yang mereka harapkan
dijogja, selain gelar kesarjanaan
zulkifly sibuk skripsian
tito baru walimahan
sofyan n junet sepertinya udah gak nahan
mau nyusul masih alasan “antum duluan”
catur didik jelas masih bujangan
hehe, lucu klo ingat2 ya kawan
oya kabar bubuhan perempuan?
pura2 gak tau ya kawan, hehe
dan Info tambahan
mukhlison udah lulus n kerja di Balikpapan
aji besar kuliah di negeri sebrang
mirza tambah gagah dan kurusan
kus denger2 udah lulus kedokteran
Ann Febryan tambah gemukan
Irfan dinda kadang berpapasan di jalan
Riskyanto n a’an lama gak ketemuan
Devy arianto sok sibuk di lab, penelitian
Dimas bersiap S2 di ausie atau jerman
Klo yang itu mimpi kawan,
Hehe
oya udah denger kawan?
Indra, bisma, n Alvin yang adek angkatan
Mereka calon kuat ketua mushola(ldf) di kampus mulawarman
semoga diberikan yang terbaik ya kawan
kawan, kawan ayo kawan
Ayo Kapan kita reunian
Futsal boleh atau Coto Makassar di kelandasan
Atau forsada buat gawi’an
Tempat ZUL(kariangau) juga relevan
Yg penting kaos wawan jgn di sembunyikan
Tetap semangat ya kawan
Semoga sukses menghampirimu sekalian
Tapi mohon jgn lupakan
Kenangan yang terukirkan
Ukhuwah yang tergoreskan
Sebuah Ikatan Persaudaraan
Hidup bukan untuk berdiam diri
Hidup ada tuk kita jalani
Cobaan bukan untuk di takuti
Cobaan harus kita hadapi
(Berlayarlah denganku-S07)
Memandang teduh rembulan
Seketika mengingatmu, kawan
Hangat senyum dan jabat tangan
Nostalgia sebuah pertemuan
Di Sebuah Sekolah kebanggaan
mushola tarbiyah kejayaan
Tuhan telah mempertemukan
Kita yang polos dan ingusan
belajar serius ikut pengajian
Walau kadang bolos untuk ps-an
Bersama-sama makan gorengan
Rapat hingga pulang kesorean
Berbagi kita menerima beban
Ujian demi ujian
Tanggung jawab dan kesetiakawanan
MC Acara tiba2 menghilang
Majalah brothers yang penuh kenekatan
Rihlah canopy bridge yang menantang
Nasyidan suara pas-pasan
Rileksasi di pantai daerah balikpapan selatan
Terlalu manis untuk dilupakan
Atas Lelah yang tak tertahankan
Air mata jatuh perlahan
Pengorbanan dan keikhlasan
Semua tentangmu kawan
Dan Semua akan tergantikan
peluh hati merindukan, kawan
untuk saling menanyakan
bagaimana kabar iman
duha dan infak harian
sudah sejauh mana hafalan
tak pernah ketinggalan
kapan walimahan
tak terasa berputar zaman
hampir empat tahun terlewatkan
bagaimana keadaanmu disana kawan
kabar baru, semoga menyenangkan
yoga kerja di bontang
yuda, wawan, firy, yoga budi, bojes masih betah di perantauan
entah apa yang mereka harapkan
dijogja, selain gelar kesarjanaan
zulkifly sibuk skripsian
tito baru walimahan
sofyan n junet sepertinya udah gak nahan
mau nyusul masih alasan “antum duluan”
catur didik jelas masih bujangan
hehe, lucu klo ingat2 ya kawan
oya kabar bubuhan perempuan?
pura2 gak tau ya kawan, hehe
dan Info tambahan
mukhlison udah lulus n kerja di Balikpapan
aji besar kuliah di negeri sebrang
mirza tambah gagah dan kurusan
kus denger2 udah lulus kedokteran
Ann Febryan tambah gemukan
Irfan dinda kadang berpapasan di jalan
Riskyanto n a’an lama gak ketemuan
Devy arianto sok sibuk di lab, penelitian
Dimas bersiap S2 di ausie atau jerman
Klo yang itu mimpi kawan,
Hehe
oya udah denger kawan?
Indra, bisma, n Alvin yang adek angkatan
Mereka calon kuat ketua mushola(ldf) di kampus mulawarman
semoga diberikan yang terbaik ya kawan
kawan, kawan ayo kawan
Ayo Kapan kita reunian
Futsal boleh atau Coto Makassar di kelandasan
Atau forsada buat gawi’an
Tempat ZUL(kariangau) juga relevan
Yg penting kaos wawan jgn di sembunyikan
Tetap semangat ya kawan
Semoga sukses menghampirimu sekalian
Tapi mohon jgn lupakan
Kenangan yang terukirkan
Ukhuwah yang tergoreskan
Sebuah Ikatan Persaudaraan
IMSA selalu di hati26/03/2011 10:09 PM
Hidup bukan untuk berdiam diri
Hidup ada tuk kita jalani
Cobaan bukan untuk di takuti
Cobaan harus kita hadapi
(Berlayarlah denganku-S07)
Jumat, 18 Maret 2011
futsal dan stratak
”Seluruh lembah, gunung dan gurun yang pernah kulewati, pasti akan selalu ku ingat sekaligus ku bayangkan segenap strategi yang akan ku gunakan, jika suatu saat aku berperang di tempat itu”. (Kholid bin Walid ra.)
Ada yang berbeda futsal jum’at malam yang baru berlalu. Bermain dengan bemers yang cukup ramai. Memakai sistem satu gol kemudian berganti tim lain. Sistem yang biasa disebut sistem raja. Tim siapa yang mencetak gol mereka yang bertahan. Timku yang banyak di isi angkatan tua, angkatan 2007 dan 2008. Melawan adik2 bem yang relative muda.
Kita yang sejatinya punya banyak pengalaman kerap tersingkir terlebih dulu. Baru masuk menggantikan, selang beberapa menit sudah harus out karena kebobolan, nasib, hehe
Tapi bukan disitu persoalannya. Dalam berbagai hal ada yang tidak pernah berubah. Kaitannya dengan membangun strategi dan taktik. Dalam futsal , perang dan tentunya berlaku dalam membangun gerakan mahasiswa.
Adik2 bem yang relatife muda namun menunjukan kematangan mereka. Ketenangan, kerjasama, dan pembagian tugas yang baik. Ada pemain yang bodinya pendek dan kecil. Namun jago dribbling dan pelari yang baik, ditempatkan di depan. Menyulitkan pemain belakang lawan, dan suka mencuri bola hingga berujung gol (ini pengalaman langsung)
Sedangkan kami yang angkatan "agak tua" mengandalkan kerjasama, walau sebetulnya belum bisa di bilang kerjasama :). dengan pembagian tugas yang cukup baik. Namun kurang efektif dalam teknis pelaksanaannya. Sering over job dan bermain individu. Strategi kami cukup sederhana, bermain efektif. Walau kenyataannya benar-benar efektif, efektif kebobolan, hehe
Dalam konteks perang, Taktik adalah penggunaan kekuatan untuk memenangkan suatu pertempuran. Sedangkan Strategi adalah memanfaatkan pertempuran untuk mengakhiri peperangan.
Taktik adalah bagaimana menentukan sikap atau menggunakan kekuatan dalam menghadapi peristiwa politik tertentu pada saat tertentu. Sedangkan strategi adalah bagaimana menggunakan peristiwa-peristiwa politik dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai rencana perjuangan
Membangun stratak gerakan mahasiswa berarti membangun gerakan yang massif dan efektif. untuk itu perlu kemudian mengetahui dasar-dasar dalam menyusun strategi. Dasar utama dalam menyusun strategi adalah menetapkan sasaran. Jika dalam futsal sasaran sederhana, mengalahkan lawan dengan mencetak gol. Ketika perang sasarannya adalah mengalahkan musuh sekaligus menghancurkan logistik musuh.
dalam konteks gerakan mahasiswa, salah satu contoh sasarannya adalah saat penyelenggaraan pemilihan rektor baru. gerakan mahasiswa menginginkan bahwa proses pemilihan rektor berjalan dengan demokratis dan melibatkan mahasiswa. Muaranya, dalam proses pemilihan rektor baru yang berlangsung dalam musyawarah senat, mahasiswa bisa terlibat dan menyaksikan proses pemilihan itu secara langsung.
Dasar yang kedua yaitu, menentukan jangka waktu. Dalam taktik futsal, pelatih kerap menginstruksikan agar tim inisiatif menyerang dan mencetak kurang dari lima menit awal pertandingan. Tujuannya adalah menjatuhkan mental lawan dan menaikkan moril tim. Dalam gerakan mahasiswa bagaimana mambuat jangka waktu beserta targetannya. Kemudian mengevaluasi dan merekonstruksi kembali targetan yang ada.
Dasar strategi berikutnya adalah membuat sasaran alternative. Dalam futsal, ketika menyadari bahwa tim kesulitan untuk menyerang dengan kondisi tim yang ada. Maka bertahan dan mengandalkan serangan balik menjadi alternative strategi. Atau dalam posisi normal saat tim sulit mencetak gol. Membuat sasaran alternatif agar hasil imbang hingga memaksakan penalty.
terkait gerakan mahasiswa dalam mengawal pemilihan rektor yang baru. saat sasaran utama sulit untuk di realisasikan. Maka perlu dibuat sasaran-sasaran alternatif lain. Misalnya bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan calon-calon rektor yang ada.
Kemudian membuat kesepakatan -yang telah di kaji internal sebelumnya- dengan semua calon rektor. Inti sasarannya bahwa rektor yang kemudian terpilih mempunyai beban untuk menjalankan kesepakatan tersebut, dan bisa jadi salah satu contoh kesepakatan tersebut agar rektor terpilih lebih terbuka dan transparan kepada mahasiswa dan publik.
18/03/2011
“kalah biasa, menang jarang, nanti kita balas kawan :-)”
Ada yang berbeda futsal jum’at malam yang baru berlalu. Bermain dengan bemers yang cukup ramai. Memakai sistem satu gol kemudian berganti tim lain. Sistem yang biasa disebut sistem raja. Tim siapa yang mencetak gol mereka yang bertahan. Timku yang banyak di isi angkatan tua, angkatan 2007 dan 2008. Melawan adik2 bem yang relative muda.
Kita yang sejatinya punya banyak pengalaman kerap tersingkir terlebih dulu. Baru masuk menggantikan, selang beberapa menit sudah harus out karena kebobolan, nasib, hehe
Tapi bukan disitu persoalannya. Dalam berbagai hal ada yang tidak pernah berubah. Kaitannya dengan membangun strategi dan taktik. Dalam futsal , perang dan tentunya berlaku dalam membangun gerakan mahasiswa.
Adik2 bem yang relatife muda namun menunjukan kematangan mereka. Ketenangan, kerjasama, dan pembagian tugas yang baik. Ada pemain yang bodinya pendek dan kecil. Namun jago dribbling dan pelari yang baik, ditempatkan di depan. Menyulitkan pemain belakang lawan, dan suka mencuri bola hingga berujung gol (ini pengalaman langsung)
Sedangkan kami yang angkatan "agak tua" mengandalkan kerjasama, walau sebetulnya belum bisa di bilang kerjasama :). dengan pembagian tugas yang cukup baik. Namun kurang efektif dalam teknis pelaksanaannya. Sering over job dan bermain individu. Strategi kami cukup sederhana, bermain efektif. Walau kenyataannya benar-benar efektif, efektif kebobolan, hehe
Dalam konteks perang, Taktik adalah penggunaan kekuatan untuk memenangkan suatu pertempuran. Sedangkan Strategi adalah memanfaatkan pertempuran untuk mengakhiri peperangan.
Taktik adalah bagaimana menentukan sikap atau menggunakan kekuatan dalam menghadapi peristiwa politik tertentu pada saat tertentu. Sedangkan strategi adalah bagaimana menggunakan peristiwa-peristiwa politik dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai rencana perjuangan
Membangun stratak gerakan mahasiswa berarti membangun gerakan yang massif dan efektif. untuk itu perlu kemudian mengetahui dasar-dasar dalam menyusun strategi. Dasar utama dalam menyusun strategi adalah menetapkan sasaran. Jika dalam futsal sasaran sederhana, mengalahkan lawan dengan mencetak gol. Ketika perang sasarannya adalah mengalahkan musuh sekaligus menghancurkan logistik musuh.
dalam konteks gerakan mahasiswa, salah satu contoh sasarannya adalah saat penyelenggaraan pemilihan rektor baru. gerakan mahasiswa menginginkan bahwa proses pemilihan rektor berjalan dengan demokratis dan melibatkan mahasiswa. Muaranya, dalam proses pemilihan rektor baru yang berlangsung dalam musyawarah senat, mahasiswa bisa terlibat dan menyaksikan proses pemilihan itu secara langsung.
Dasar yang kedua yaitu, menentukan jangka waktu. Dalam taktik futsal, pelatih kerap menginstruksikan agar tim inisiatif menyerang dan mencetak kurang dari lima menit awal pertandingan. Tujuannya adalah menjatuhkan mental lawan dan menaikkan moril tim. Dalam gerakan mahasiswa bagaimana mambuat jangka waktu beserta targetannya. Kemudian mengevaluasi dan merekonstruksi kembali targetan yang ada.
Dasar strategi berikutnya adalah membuat sasaran alternative. Dalam futsal, ketika menyadari bahwa tim kesulitan untuk menyerang dengan kondisi tim yang ada. Maka bertahan dan mengandalkan serangan balik menjadi alternative strategi. Atau dalam posisi normal saat tim sulit mencetak gol. Membuat sasaran alternatif agar hasil imbang hingga memaksakan penalty.
terkait gerakan mahasiswa dalam mengawal pemilihan rektor yang baru. saat sasaran utama sulit untuk di realisasikan. Maka perlu dibuat sasaran-sasaran alternatif lain. Misalnya bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan calon-calon rektor yang ada.
Kemudian membuat kesepakatan -yang telah di kaji internal sebelumnya- dengan semua calon rektor. Inti sasarannya bahwa rektor yang kemudian terpilih mempunyai beban untuk menjalankan kesepakatan tersebut, dan bisa jadi salah satu contoh kesepakatan tersebut agar rektor terpilih lebih terbuka dan transparan kepada mahasiswa dan publik.
18/03/2011
“kalah biasa, menang jarang, nanti kita balas kawan :-)”
Langganan:
Komentar (Atom)
