Senin, 27 Desember 2010

kemenangan itu bernama kolektivitas

ada keyakinan. itu yang ku rasakan. saat kau kawan, memegang pundakku dan mengatakan "kita bisa". ini bukan persoalan siapa yang di usung atau siapa yang mengusung. tapi ini tentang sebuah cita2 panjang. cita2 yang telah lama diinspirasi dan dirintis oleh pendahulu. cita-cita tentang bagaimana menjaga secercah cahaya. memastikan disetiap zamannya agar secercah cahaya itu terus di jaga dan terus menyala. bukan saja terus menyala namun memastikan bahwa cahaya itu semakin menerangi di sekitarnya.

kita berusaha kawan. sebagaimana pasukan sultan murad II atau kita mengenalnya Muhammad Al Fatih. yang telah di ramal 7 abad sebelumnya oleh Rasulullah. bahwa konstantinopel akan direbut oleh umat muslim. “kota konstantinopel akan jatuh ke tangan islam. pemimpin yg menaklukkannya adalah sebaik2 pemimpin dan pasukan yg berada di bawah komandonya adalah sebaik2 pasukan.” [HR ahmad bin hanbal al-musnad 4/335]

tapi jelas situasinya berbeda. bisa jadi kita tak sehebat dan seheroik muhammad al fatih dan pasukannya. karena kenyataannya kita memang berbeda. terpisah dengan rentang waktu yang sedemikian jauh. atau semangat kita bukan perang fisik sebagaimana zaman yang beliau lakukan dulu. karena apa yang kemudian kita usahakan saat ini, aku lebih suka menyebutnya ber "fastabihul khoirut". semangat untuk berlomba-lomba memberikan kontribusi terbaik. maka cukuplah kita meneladani semangat dan sikap pantang menyerah muhammad al fatih dan pasukannya.

dan aku semakin yakin kawan. ketika kau bukan hanya berkata "kita bisa" tapi "ayo kita lakukan bersama". sehingga membuatmu ikut menanggung konsekuensi logis, menghabiskan waktu lebih lama di kampus. waktu istirahatmu yang berkurang. atau fisikmu yang melemah karena lelah menyerang. pun, kau masih bisa mengatakan padaku, "istirahat, besok momentum yg lebih penting untukmu. walau jelas terlihat sayup lelah di matamu kawan.

maka kawan ini kemudian bukan persoalan menang atau kalah. tapi sejauh mana kita telah berusaha dan bekerja keras. saat ku dapati, diam2 kau tempelkan pamflet2 itu di waktu yg sama sekali bukan waktu ideal untuk datang ke kampus. kau pakai pin atau gantungan yang jelas2 bukan gambarmu kawan. atau kau sengaja memesan baliho besar dengan danamu sendiri. hingga tiba2 kau datang dan membawa banyak makanan di waktu yang tak terduga. dan hal2 lain yg mengorbankan waktu luangmu.

sesungguhnya kebersamaan dan pengorbanan itu yang tak terbantahkan kawan. karena Allah akan lebih mudah memberkahi sesuatu yang di lakukan bersama. sebagaimana sebuah hadits Qudsi "Tangan Allah berada di atas jamaah" maka ijinkan aku menyebut kemenangan itu bernama kolektivitas kawan. ketika segala potensi dan kemampuan bersatu padu. ketika segala kerendahan, doa dan niat tulus melebur menyatu dalam lantunan rabithah. maka kemenangan itu akan datang pada waktunya.


26/11/2010

terimakasih kawan atas segala kenangan kampanye akbar untuk tiga:)

Minggu, 17 Oktober 2010

Kehidupan

kau tahu, apa itu kehidupan..
adalah ketika
kau berada di persimpangan jalan
dan sesaat harus mengambil keputusan
untuk terus maju ke depan
berhenti di simpang jalan
atau memilih mundur ke belakang


kau tahu, apa itu kehidupan..
adalah saat kau dihadapkan
berbagai ragam ujian
melandamu di setiap kesempatan
dan kau kembali harus memutuskan
untuk terus bertahan
atau menyerah dengan keadaan

kau tahu, apa itu kehidupan.
adalah ketika
lelah yang hebat menyerangmu
menyergap berat di bahu
dan kau harus bersikap
untuk rehat sejenak
guna melanjutkan lagi
atau kau memilih berhenti
dan tak pernah kembali..


kau tahu, apa itu kehidupan..
adalah saat
kau benar-benar harus memutuskan
di setiap pilihan yang ada di hadapmu
bukan sekedar ttg apa yang kau putuskan
tapi konsekuensi yang kan kau emban setelahnya..

karena konsekuensi itulah
yang mengajarkan apa itu kehidupan..

hening di kost
"terberai oleh suram"
17 10 2010

Sabtu, 16 Oktober 2010

Hujan

bersenandung hujan
saat langit begitu pekat nan kelam
titik-titik hujan jatuh perlahan
membawa kerinduan yg mendalam
begitu mendalam..
bak semilir angin
berhembus di antara dedaunan
melewati pepohonan
tak berwujud, tak berbentuk
namun kesejukan melingkupi
hingga aliran darah dan nadi
berdenyut-denyut
memompa jantung seolah cepat

bersenandung hujan
kala mentari tertahan
cahyanya mnjadi pengharapan
cahya kehidupan
hanya sementara..
karena itulah asa..
bersenandung hujan..

dingin di selili
"menikmati deras hujan"
16 10 2010

Minggu, 19 September 2010

Penjara Kehidupan

“Di siang itu aku menyaksikan air mata yang tertumpah, pelukan akan kerinduan yang begitu mendalam, dan sebuah harapan dalam sinar tatapan. Siang itu aku menyaksikan sebuah episode kehidupan”

perempuan itu tak mampu menahan deras air matanya, kala keluarganya hadir untuk menjenguknya. Membawakan kue Blackforest sebagai hadiah ulang tahunnya yang jatuh dikeesokan harinya. Namun karena esoknya tak memungkinkan keluarganya untuk datang. Maka hari itulah menjadi sebuah hari bersejarah bagi perempuan itu dan keluarganya. Melewatkan hari bahagia tidak seperti biasanya. Merayakan ulang tahun sang perempuan di sebuah sekolah, sekolah yang tak biasa. Yaitu sekolah kehidupan. Di sekolah kehidupan itulah, telah memaksa kebahagian mereka sementara tertahankan.

Tuhan menguji kita, menguji dimana titik terlemah kita. Tuhan akan selalu menguji kita, pasti dan pasti. Seorang keluarganya, perempuan paruh baya itu menatap sang perempuan, seolah-olah mengatakan itu dalam pandangan sejuknya. Bertambahlah air mata jatuh. Perempuan itu mengalami perasaan yang sedemikian bergejolak. Perasaan sedihnya yang mendalam akan nasibnya kini, bersekolah  ditempat yang seharusnya bukan untuk ia. Tapi untuk orang-orang diatasnya yang telah kehilangan hati nurani dan tak tahu diri.

Biar, biarkan kebenaran itu akan tersingkap siapa yang sesungguhnya salah dan benar. Kalau lah bukan di perhitungan dunia. Maka perhitungan akhirat akan menanti. Sebuah monolog menari-nari dipikiran sang perempuan di siang itu.

Bagaimana mungkin, seorang kawannya yang juga seharusnya berada di sekolah kehidupan bersamanya. Telah lama bisa menghirup udara bebas dan bepergian kemana pun sesuka hatinya. Usut punya usut. Ternyata beberapa lembar rupiah telah mengubah segalanya. Rupiah telah menutup mata, rupiah menggelapkan hati. Seolah-olah rupiahlah Tuhan yang menentukan segalanya. Biadab..

Salah menjadi benar. Benar menjadi salah. Semua menjadi absurd saat berhadapan dengan rupiah. Siapa yang salah, siapa yang benar? Semua menjadi absurd kembali saat berhadapan dengan uang

Sesak dada melihat kenyataan itu namun kehidupan dunia telah mengajarkan. Tidak akan ada kehidupan tanpa ujian, kesedihan dan kehilangan. Sebagai konsekuensi atas kebahagiaan, kenikmatan dan kelapangan yang diterima

Bell kedua telah berbunyi, tanda pengunjung harus benar-benar meninggalkan sekolah itu. Sekolah kehidupan.
Tampak perempuan itu kembali berpelukan dengan keluargnya sebelum benar-benar berpisah. Tak henti-hentinya keluarga sang perempuan memotivasi.

Tetap sabar dan kuat. Berdoa dan serahkan semuanya kepada Allah. Biarkan Allah sebaik-baik pemberi keputusan. Siapa yang benar, siapa yang salah. Siapa yang bahagia, dan siapa yang harus dihukum derita.

Senja di Balikpapan
“belajar dari sekolah seseungguhnya”
18 09 2010

Kamis, 16 September 2010

Karena Harapan itu Selalu Ada


-->
Terpekurku dalam keheningan
Kala sang lilin menyala terang
Saat semua begitu pengap dan gelap
Cahyanya menyibak mnguntai arti

Ketika itu dalam sebuah kesempatanku silaturrahim di sebuah LDK yang baru terbentuk di Samarinda. Mengawali kegiatan Up Grading pengurus kala itu. Sebuah taujih yang begitu menggugah dan menginspirasi. Bertenaga, penuh vitalitas dan bergelora.
Masih teringat jelas pemateri pada taujih itu menyampaikan, “saya baru naik haji dan taukah apa yang saya saksikan. Di mekkah ketika adzan berkumandang maghrib, para pemudanya masih ditenggelamkan oleh permainan sepak bola. Seolah-olah adzan itu hanyalah angin lalu.  Sepakbola yang menjadi kegemaran sekaligus kegilaan yang menghantarkan para pemuda itu lupa akan sholat.”
Pemateri itu menyampaikan hal itu hanyalah salah satu “keanehan” yang beliau temukan ketika naik haji. Pun diiringi dengan “keanehan-keanehan” lain. Apakah wajar ketika pemuda arab yang notebenenya pemuda dambaan umat. Yang lahir pun dibesarkan di negri para nabi mengalami dekadansi moral seperti itu.
Aku tidak menjatuhkan atau menjelekkan saudaraku di belahan bumi lain itu. Namun kemudian penyampaian oleh pemateri itu menginspirasiku,beliau melanjutkan. “saya semakin yakin, bahwa perubahan umat, kemenangan islam bukanlah hadir dan di bangun oleh pemuda-pemuda arab, atau pemuda-pemuda eropa. Tapi perubahan itu akan diawali oleh pemuda-pemuda Indonesia, yang potensi umat muslimnya adalah yang terbesar di dunia.”
“Lihatlah kini semakin merebaknya dakwah kampus yang ditandai oleh maraknya berdiri LDK-LDK baru. Pemuda Indonesia yang juga begitu respon dan peduli terhadap isu-isu keumatan, apalagi menyangkut harga diri umat muslim, hingga menyangkut persoalan negri palestina”
Seketika hatiku bergetar, betapa penyampaian beliau menyadarkan lamunanku selama ini. Aku teringat dengan perjuangan teman-teman LDK se-Indonesia. Betapa perjuangan yang digagas dan dibangun selama ini menjadi motor penggerak dalam membangun Indonesia Madani.
Target 1000 LDK hingga pertengahan 2010 ini sebentar lagi insyaALLAH akan terwujud. Dan satu yang hal yang kita yakini dalam segenap jiwa dan raga kita adalah perubahan itu adalah digagas oleh orang-orang muda.
Perubahan, satu kata yang selalu terpatri dalam hati. Saksikanlah bahwa perubahan itu adalah niscaya, perubahan itu akan di bawa oleh orang-orang yang percaya dan siap berjuang.

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negri tercinta

On Qu.net
“Takkan pernah berhenti, karena harapan itu selalu ada”
dgold

Selasa, 16 Maret 2010

menjadi sederhana

entah, mengapa ku begitu menyukai dua kata di atas. menjadi sederhana, terlihat simple namun tak mengurangi maknanya. pun jika kau bertanya mengapa harus dua kata, menjadi sederhana? maka aku juga tak bisa menjawab dengan pasti mengapa. hanya saja aku hanya berusaha melakukan ssuatu dengan sederhana.

seperti aku berusaha melihat permasalahan yang menghadang. permasalahan organisasiku yang tak ada habis-habisnya. rekan-rekan departemen yang tak ada kabar berita. atau acara yang semakin mendekat namun proposal dana blum cair. ya, aku aku hanya berusaha berpikir sederhana dan melakukan yang sederhana. tetap mengajak rekan2, kalaupun tak da kabar berpikir positif mungkin ada kesibukan lain yang lebih urgent. selama masih bisa berjuang tanpa orang lain. kenpa kita harus menyerah. dana yang juga tak da kabar gembira. coba membuat langkah sederhana. iuran panitia, iuran peserta, list alumni organisasi. kalaupun ada yang beramal bukan dengan uang alhmdulillah kita terima. namun kadang, pikiranku sendiri yang membuat kalah sebelum bertanding. sikap pesimis dan patah arang. ya, penyakit kompleks yang hanya harus di lawan dengan sederhana. merenung diri, cari inspirasi, belajar untuk memaknai. insyaALLAH kemudian menjadi lebih kuat dan berarti.

sederhana, ya ku juga suka hal yang sederhana. apa yang kemudian aku pakai sehari-hari. aku suka warna kalem nan sederhana. aku mengenakan jam merk tak ternama namun tak mengurangi kesederhanaannya. BenQ C 36 yang ku beli sekitar satu setengah tahun lalu. bukan tak bisa membeli HP yang lebih bermerk. ya, aku jujur begitu menyukai kesederhanaan hp ini. model yang anggun perpaduan warna hitam dan biru metalik. dengan spek yang cukup sederhana. walau telah ada kamera 1.3 MP n web browser. hp ini masih jauh dari kesan mewah dan mahalan. maklum harga gak sampai 1 juta. dan satu lagi aku begitu menyukai sebuah motor 4 tak. motor astrea grand yang telah ku impikan ketika di awal kuliah dulu. bukan apa2, kesederhanaan dan keunikan motor ini telah membuat ku jatuh hati. alhmdulillah ALLAh berkenan menitipkan anugrah itu. motor second astrea grand hitam thun 95. dengan modal keringat di LO PON dan tambahan beasiswa alhmdulillah puji syukur tiada henti.

menjadi sederhana. ya, dua kata yang selalu hadir dalam benakku. walau jujur tak mudah untuk mengejewantahkannya dalam kehidupan nyata. aku pun berusaha untuk berbicara dengan sederhana. bukan untuk membuat lawan bicara menjadi bingung. namun bagaimna lawan bicara kita mengerti apa yang kita sampaikan. dengan tingkat intelektualitas mereka masing2. terlihat sederhana, namun sulit jikalau anda pernah melakukannya. dalam sebuah kesempatan aku mandapatkan tugas untuk survei tentang sosial kemasyarakatan di daerah pedalaman kutai timur dan kutai kartanegara. kita benar2 harus menjadi sesederhana mungkin. sederhana dalam bersikap, sederhana dalam bertutur kata. agar mudah dan ikhlas kita diterima. apalagi dengan pertanyaan2 yaang juga menyinggung masalah politik yang berkebalikan dengan tingkat pengetahuan mereka. sekali lagi belajar untuk menjadi sesederhana mungkin.

menjadi sederhana dimana biar lah semua berlaku seperti adanya. aku henya ingin menyampaikan kepada kalian. itulah aku hanya berusaha hanya untuk menjadi sederhana. sesederhana citaku agar suatu saat bisa menjadi pengajar atau dosen agar bisa bermanfaat untuk anak didikku. sesederhana motivasiku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk agama, orang tua dan orang sekelilingku. sesederhana senyuman dan jabatan tanganku yang tulus ku sampaikan kepada kalian. ya biarlah semua menjadi seperti adanya. maka kepada kalian ku mohonkan bantu aku untuk menjadi sederhana.@dgold

on Qu.net
"menghimpun kembali yang berserak"

Senin, 15 Maret 2010

satu kata terucap

terharu. satu kata terucap. bukan untuk siapa-siapa melainkan teruntuk ALLAH azza wa jalla.
rasanya tak pantas. dengan segala dosa dan titik hitam di diri ini. tak serta merta ALLAH mencabut segala kenikmatan.

di tengah perjuangan untuk menghemat uang. pertolongan ALLAh selalu turun tanpa kita duga. itulah indahnya saudara, "akh kalau mau makan, ke sini aja", atau "akh kita sekalian makan bareng,"
tanpa kita bertanya dan meminta ALLAH dengan begitu baiknya membukakan jalan untuk kita.

juga yang tak kalah mengharukan. di tengah semakin mendekatnya acara kaderisasi mushola. sedang kas dana belum menunjukan perkembangan berarti. seorang saudara kembali tersenyum dan memberikan sebuah amplop. akh, ini dari kak .. alumni mushola. untuk bantu acara nanti. subhanallah. sungguh nian indah rencana ALLAH.

"jika butuh sesuatu, mintalah kepada sang punya jiwa, Allah Ta'ala"
kemudian teringat kata ustadz yusuf mansyur..
ya, tugas manusia adalah bekerja, ikhtiar dan berdoa. maka ALLAH lah yang kan menunjukan jalan yang terbaik.

jiwa tak kan pernah sempurna, raga kan selalu berpeluh noda. semoga ALLAH Ta'ala senantiasa membersama'i. ya Rabb izinkan hamba melafazkan kata, mohon ampunanMu dalam malamMu yang sunyi..kuatkan hamba dalam hangat anugrah mentariMu bagi umat manusia. jangan Engkau bebankan kepada kami, beban yang tak sanggup kami pikul.."

on Qu.net
"dalam kegelisahan jiwa melanda"

Selasa, 23 Februari 2010

Yang datang dan yang pergi



-->
Hidup selalu menyisakan misteri untuk kita. Perjuangan ini, yang telah berdarah-darah dibangun oleh pendahulu kita. Seharusnya menjadikan kita lebih bijak dan dewasa. Namun Allah mengajarkan kita melalui fenomena alam ciptaanNya. Dedaunan yang berguguran, salju yang mencair. Atau pun digilirkannya siang dan malam. Mengajak kita untuk semakin merenung.
Namun sahabat, ada satu fenomena yang kini benar-benar kurasakan. Fenomena dedaunan yang berguguran. Laiknya orang-orang yang ku kenal, yang mudah-mudahan dugaanku salah, laiknya dedaunan itu. Berguguran satu persatu. Persepsiku, Sesungguhnya permasalahannya bukan dimana kia sekarang berada. Tapi sejauh mana kita memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Artinya dimana pun kita berada mampu memberikan manfaat untuk di sekitar. Proporsional, sesuai kesanggupan kita.
Dan ini yang kemudian menjadi persoalan. Menyadari bahwa kita manusia biasa, tidak selalu mudah ketika kita berada pada komunitas yang tak selalu ideal. Di awal bisa jadi membangun bersama-sama dan saling menjaga. Namun saat waktu juga yang memisahkan, saat perjuangan kita di tempat yang berbeda. Tantangan kita yang tak sama, semngat kita yang sulit untuk bertemu kembali. Maka akhirnya kita akan mendengar istilah muntaber, mundur tanpa berita.
Sahabat, tulisan ini hanya sebuah goresan. Sebuah ungkapan hati bahwa ternyata tak mudah menjadi manusia yang paripurna dan ideal. Sungguh tak mudah. Namun meyakini bahwa daun yang gugur akan tergantikan yang baru. Yang semoga lebih baik, dan lebih membawa manfaat. Tanpa bermaksud apapun, inilah hidup. Hidup yang adalah pilihan. Apakah kita memilih untuk terus bertahan, atau berhenti kemudian berjalan kearah lain. Hingga akhirnya sebuah keniscayaan, ada yang datang dan ada yang pergi

Sabtu, 20 Februari 2010

"sahabat bagai bintang"

"sahabat bagai bintang"
menyinari di kala gelap melanda
mewarnai di kala duka menyapa

"sahabat bagai mentari"
cahyanya nyata dalam dekapan nyata
hangatnya merona dalam belaian rindu

sahabat, andai sanggup ku goreskan
betapa besar arti dirimu bagiku

andai sanggup lisan ini menyampaikan
betapa besar penghormatanku padamu

maka sahabat,
jgn pernah berhenti..
krn sgh janjiNya pasti..

dgold