"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Yang bisa saya katakan adalah kita lihat saja apakah musim depan saya masih mengenakan seragam Milan atau tidak," (Andrea Pirlo)
AC Milan tengah dilanda euphoria setelah merengkuh trophy juara seri A. kesuksesan ini terasa begitu indah karena gelar ini terakhir kali di rengkuh tahun 2004 silam. Butuh waktu 6 tahun akhirnya Milan kembali dapat memenangkan trophy bergengsi di italia itu.
Namun kesuksesan ini juga dapat bermakna lain. Terutama bagi pemain-pemain Milan. Trophy ini menjadi gelar perpisahan. Sebutlah nama andrea pirlo. Seorang gelandang Milan yang terkenal akan umpan dan tendangan bola matinya.
Asisten Pelatih AC Milan. Tassoti mengungkapkan untuk periode berikutnya AC Milan butuh pemain tengah pekerja keras dengan kecenderungan bertahan. Dan nasnya andrea pirlo tak masuk ke dalam “dream team 2” AC Milan itu. Padahal acapkali pemain berusia 32 tahun itu menyatakan keinginannya untuk tetap berseragam AC Milan.
kawan sekalian, Saya ingin melihat fenomena menarik yang terjadi dari berita ini. Di tengah masa depan Pirlo di ujuk tanduk untuk bertahan. Supporter AC Milan yang masih begitu berharap agar pirlo bertahan. Andrea pirlo dengan tenang mengucap salam perpisahan saat latihan sebelum kontra udinese.
maka itu Izinkan saya merangkum 3 hal pelajaran yang dapat di ambil dari seorang andrea pirlo:
1. Konsistensi
Sepuluh tahun lalu andrea pirlo adalah pemain intermilan yang di buang dan di sia-siakan. Pirlo di anggap pemain yang kurang produktif dan bermasa depan suram. Semenjak pindah ke tetangga sebelah, AC Milan. Stigma itu perlahan memudar. Di bawah asuhan don carletto. Pirlo menjadi salah satu gelandang jenius yang pernah ada. Bertahan, pengatur ritme permainan, umpan yg terukur, tendangan yang mematikan. Semua terangkum dalam permainan tenang nan kalem ala andrea piro. Apa kunci kemudian kesuksesan Andrea Pirlo? Ya, jawabannya adalah konsistensi. Perpaduan antara kerja keras dan komitmen tinggi. Pirlo tidak menjadikan sebuah beban saat ancelotti meminta pirlo bermain tidak sesuai posisi aslinya, playmaker. Tapi harus berada di belakang dua gelandang tengah, gattuso dan seedorf saat itu. Pirlo menjalaninya dengan kerja keras dan komitmen tinggi.
2. Kepemimpinan
Pirlo merupakan sosok yang disegani baik di dalam ataupun luar lapangan. Tidak pernah meledak-ledak. Semangat yang terukur dan termanage dengan baik. Dalam keadaan segenting apapun ia akan tetap tenang mengontrol bola dengan khas kepala tegaknya. Membagi porsi bola dengan rekan setimnya. Sebisa mungkin ia tidak ingin membebankan porsi yang ia emban di lapangan kepada rekan setimnya. Sportif dan berdedikasi. Tidak heran ia menjadi captain U-21 Itali di masa lampau. Beberapa kali ia juga menjadi kapten di AC Milan. 10 tahun lebih di AC Milan telah menempa pirlo menjadi sosok yang matang, dewasa, dan tangguh
3. Kedekatan Personal
Tidak ada kabar buruk saat euforia AC Milan juara seri A selain berita hengkangnya andrea pirlo dari AC Milan. Supporter dan pemain AC Milan pun berduka atas berita itu. Seorang pemain jenius yang ramah dan bersahabat hengkang dari AC Milan. Sepuluh tahun kebersamaan. Dan berbagai gelar telah dipersembahkan. Seorang nestapun mengungkapkan perasaannya
"Persahabatan selalu ada di sepakbola dan kami sangat dekat, jadi sangat disayangkan ia(pirlo) pergi, tapi juga menjadi hal yang tepat ia bisa menjalani jalannya sendiri," -Nesta-
Kawan, menulis tentang pirlo adalah pelajaran untuk saya. Seorang pemain yang begitu komitmen dan bekerja keras untuk seragam yang ia bela. Bagaimana dengan kita?
Bahkan ketika klub yang ikut membesarkan namanya itu tak menawarkan kontrak sesuai dengan keinginannya. pirlo tetap rendah hati dan menaruh respek yang tinggi kepada mantan klubnya tersebut. Selamat jalan Pirlo, masa depan masihlah terbentang.
"belajar dari sepak bola"
2:21 Am 24/05/2011