Jumat, 14 Oktober 2011

Dikira Dosen

Kira-kira setahun lalu. Saat kalender akademik memasuki tahun ajaran baru dan Masa ospek di Kampus. Masih terekam jelas. Siang itu, ditengah panas yang berderai-derai. Mahasiswa baru tengah berduyun-duyun ke kampus untuk urusan registrasi dan ospek.

Mengendarai Sepeda Motor andalan, melintasi kampus dan kebetulan menemukan seorang Mahasiswa Baru yang sedang berjalan. Seketika itu saya tawarkan untuk ikut dengan saya. Mengantarkan kemana tujuannya. “Mau kemana dek? Jalan M. Yamin, katanya” setelah duduk di Jok belakang motor, dengan kecepatan santai saya pun membuka obrolan ringan. “ fakultas apa dek? Fisip Pak katanya”. kemudian dia pun balik bertanya. Bapak dosen dimana? “Tanyanya ringan.” DEEK! Bukan dek, saya bukan dosen saya juga mahasiswa, jawab saya sambil menahan senyum,” :)

Sekitar dua tahun silam. Menggunakan celana bahan, sepatu kulit dan kemeja pendek. Dengan tujuan ke Apotik di sebuah Mall. Setelah melewati lift pertama. Seorang sales barang menghampiri saya. Muda dan bergairah, Kesan yang tampak dari sales itu. Dengan ramah Sales menanyakan kabar dan asal saya. “Darimana tadi Pak? Unmul kata saya.” “Bapak lagi sibuk? Bisa mampir ke tempat kami Pak, ada barang promo”. Karena saat itu waktu saya agak lowong saya pun ikut ajakan sales itu

Singkat cerita, saya mampir ke toko sales itu. Ngobrol kesana-kemari dan melihat barang-barang yang ditawarkan. Tinggal dimana Pak? “Saya ngekost di Jalan Perjuangan, Kata Saya.” Oya boleh lihat KTPnya Pak? untuk catatan di Buku tamu, kata beliau dengan ramah.” Saya pun memberikan. Namun setelah seksama melihat KTP saya, saya mendapati gelagat beliau yang aneh. Ini gak salah Pak KTPnya? “Tanya sales itu. Bener mas, kata saya.” Kenapa mas? “tanggal lahirnya, kata beliau.” Iya itu memang tanggal lahir saya. Tertera tahun kelahiran 1989, 20 tahun saat itu. Lho bapak ini bukan dosen? “Bukan mas saya masih mahasiswa, kata saya.” Dengan senyum lebar dan kepala yang digeleng-gelengkan beliau pun mengucap “luaar biasa” sambil menunjukan KTP tersebut ke rekan disebelahnya. Dan disusul pula senyum dan ekspresi takjub rekannya. Lebay ya kawan, tapi ini memang beneran. hehe

Entah untuk keberapa kalinya. Orang-orang mengira saya sudah bukan mahasiswa, atau lebih tepatnya dikira dosen. Di kampus, ruang tunggu, warung makan, sampai di mall. Apa karena saya berkacamata, cara berpakaian saya, Atau mudah-mudahan bukan karena wajah saya yang terlanjur tua (ini kata orang2 dan saya belum percaya sepenuhnya) :)

Seorang teman pun mengatakan, di amiin kan saja. Tentu dan pasti, saya tak menolak jika suatu saat saya menjadi seorang dosen. Selain itu memang salah satu cita-cita, seorang dosen memiliki kontribusi yang besar bagi kemajuan negeri bahkan dunia ini. Dan tebak teman2, catatan ini sangat penting sekali. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membacanya hehe :)

“Saya selalu percaya bahwa setiap kata itu adalah doa, bahwa setiap kata itu mengandung kebaikan. Apa yang keluar dari lisan kita, itulah kualitas dan gambaran dari hidup kita”

terjaga
14-10-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar