Ada yang berbeda futsal jum’at malam yang baru berlalu. Bermain dengan bemers yang cukup ramai. Memakai sistem satu gol kemudian berganti tim lain. Sistem yang biasa disebut sistem raja. Tim siapa yang mencetak gol mereka yang bertahan. Timku yang banyak di isi angkatan tua, angkatan 2007 dan 2008. Melawan adik2 bem yang relative muda.
Kita yang sejatinya punya banyak pengalaman kerap tersingkir terlebih dulu. Baru masuk menggantikan, selang beberapa menit sudah harus out karena kebobolan, nasib, hehe
Tapi bukan disitu persoalannya. Dalam berbagai hal ada yang tidak pernah berubah. Kaitannya dengan membangun strategi dan taktik. Dalam futsal , perang dan tentunya berlaku dalam membangun gerakan mahasiswa.
Adik2 bem yang relatife muda namun menunjukan kematangan mereka. Ketenangan, kerjasama, dan pembagian tugas yang baik. Ada pemain yang bodinya pendek dan kecil. Namun jago dribbling dan pelari yang baik, ditempatkan di depan. Menyulitkan pemain belakang lawan, dan suka mencuri bola hingga berujung gol (ini pengalaman langsung)
Sedangkan kami yang angkatan "agak tua" mengandalkan kerjasama, walau sebetulnya belum bisa di bilang kerjasama :). dengan pembagian tugas yang cukup baik. Namun kurang efektif dalam teknis pelaksanaannya. Sering over job dan bermain individu. Strategi kami cukup sederhana, bermain efektif. Walau kenyataannya benar-benar efektif, efektif kebobolan, hehe
Dalam konteks perang, Taktik adalah penggunaan kekuatan untuk memenangkan suatu pertempuran. Sedangkan Strategi adalah memanfaatkan pertempuran untuk mengakhiri peperangan.
Taktik adalah bagaimana menentukan sikap atau menggunakan kekuatan dalam menghadapi peristiwa politik tertentu pada saat tertentu. Sedangkan strategi adalah bagaimana menggunakan peristiwa-peristiwa politik dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai rencana perjuangan
Membangun stratak gerakan mahasiswa berarti membangun gerakan yang massif dan efektif. untuk itu perlu kemudian mengetahui dasar-dasar dalam menyusun strategi. Dasar utama dalam menyusun strategi adalah menetapkan sasaran. Jika dalam futsal sasaran sederhana, mengalahkan lawan dengan mencetak gol. Ketika perang sasarannya adalah mengalahkan musuh sekaligus menghancurkan logistik musuh.
dalam konteks gerakan mahasiswa, salah satu contoh sasarannya adalah saat penyelenggaraan pemilihan rektor baru. gerakan mahasiswa menginginkan bahwa proses pemilihan rektor berjalan dengan demokratis dan melibatkan mahasiswa. Muaranya, dalam proses pemilihan rektor baru yang berlangsung dalam musyawarah senat, mahasiswa bisa terlibat dan menyaksikan proses pemilihan itu secara langsung.
Dasar yang kedua yaitu, menentukan jangka waktu. Dalam taktik futsal, pelatih kerap menginstruksikan agar tim inisiatif menyerang dan mencetak kurang dari lima menit awal pertandingan. Tujuannya adalah menjatuhkan mental lawan dan menaikkan moril tim. Dalam gerakan mahasiswa bagaimana mambuat jangka waktu beserta targetannya. Kemudian mengevaluasi dan merekonstruksi kembali targetan yang ada.
Dasar strategi berikutnya adalah membuat sasaran alternative. Dalam futsal, ketika menyadari bahwa tim kesulitan untuk menyerang dengan kondisi tim yang ada. Maka bertahan dan mengandalkan serangan balik menjadi alternative strategi. Atau dalam posisi normal saat tim sulit mencetak gol. Membuat sasaran alternatif agar hasil imbang hingga memaksakan penalty.
terkait gerakan mahasiswa dalam mengawal pemilihan rektor yang baru. saat sasaran utama sulit untuk di realisasikan. Maka perlu dibuat sasaran-sasaran alternatif lain. Misalnya bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan calon-calon rektor yang ada.
Kemudian membuat kesepakatan -yang telah di kaji internal sebelumnya- dengan semua calon rektor. Inti sasarannya bahwa rektor yang kemudian terpilih mempunyai beban untuk menjalankan kesepakatan tersebut, dan bisa jadi salah satu contoh kesepakatan tersebut agar rektor terpilih lebih terbuka dan transparan kepada mahasiswa dan publik.
18/03/2011
“kalah biasa, menang jarang, nanti kita balas kawan :-)”

mantap
BalasHapussip
BalasHapus